Rabu, 22 Desember 2010

haRi ibuu


Dua puluh dua Desember. Hari ibu. Hari ini benar-benar hari ibu sejati. Hari dimana aku bisa lihat perjuangan ibu yang luar biasa. Entah Allah sedang membuka mata hatiku atau sekedar mengingatkanku. Dari pagi hingga detik ini, para bidadari-bidadari itu masih terus saja berjuang. Memperhatikan setiap buah hatinnya.

Baru kemarin teman satu kostku Rachel begitu bahagia. Ibunnya datang membawa motor baru buatnnya. Bukan masalah apa itu motor baru apa bukan. Tapi perjuangannnya. Bayangkan... jarak dari BANJARNEGARA sampai PEKALONGAN beliau tempuh sendirian mengantarkan motor untuk anaknnya. Hanya karena kasihan pada anaknnya yang lagi sibuk praktik dengan motor yang sudah tua. Padahal bukan sembarang Banjarnegara, Wanadadi, perbatasan ujung Selatan. Wuidih jauh banget ya... EMPAT JAM Sampai ke ujung pantai utara Pekalongan... Rachel pun tak perlu lagi berjuang mengerahkan tenagannya untuk sekedar menghidupkan motor bututnya.

Lain lagi cerita Sahabatku dari SMP dulu, Intan. Hari ini ibunnya datang. Gara-garanya Intan lagi praktik kecapean. Dia cerita sama ibunnya kalau dia lemas. Yah... emang temanku yang satu ini sangat lemah lembut hatinnya. Gara-gara praktik sering kena marah para bidan yang emang terkenal galak (ya.. nggak semuannya sih., tapi kebanyakan). Jadinya ya semangat dia buat belajar menjadi turun. Ibunnya sangat khawatir. Apalagi kondisi fisiknya emang dari dulu aku kenal, lemah. So, capexx dikit drop. Dan sekarang dengan tekanan yang melimpah seberat gajah hamil pasti bikin dia sangat lelah mental dan fisik. Dan sekarang ibunnya Intan pun jadi anak kost bersama kami.

Emang ya kasih sayang ibu tiada tara, kalau kata ibunnya Intan “orang tua memang akan melakukan segalannya untuk anaknnya”. Dari semua itu, saya jadi kena imbasnnya juga. Sudah tiga hari ini, hidup kost-kostan saya menjadi berasa di rumah sendiri. Ada ibu yang selalu mengasuh kita. Kemarin ada ibunnya Rachel yang sangat baik dan rajin. Semua piring-piring kotor karya anak-anak kost yang jorok dicuciiin semua. Padahal ada buannyakk banget. Sweer nggak bohong. Udah gitu, hoby masak pula ibunnya rachel. Makmur dech. Nyammm. Begitu ibunnya Rachel pulang, Ibunnya Intan datang. Sambil nungguin Intan yang masih sibuk praktik, ibunnya jadi ibu buat kita semua yang dikost. Makan-makan lagi dech. Ya.. memang sebagai teman, kita tidak bisa membantu banyak. Hanya sedikit motivasi dan saling menguatkan.

Tadi sore aku menyaksikan acara di TV. Uya Emang Kuya. Acara yang menarik. Hipnotis ibu dan anak. Lucu juga ceritannya. Mengharukan pula. Aku sampai nangis bombay. Hihihi... emang dasar Elisa cengeng. Ceritanya nih, si anaknnya durhaka gitu. Sukannya nongkrong, main, dan membohongi ibunnya. Akhirnya begitu ibunnya di hipnotis, dia cerita semuannya. Selama ini emnag dia agak keras sama anaknnya. Ya lantaran dia sayang sama anaknya. Anaknnya gadis satu-satunnya. Beliau hanya takut anaknnya terjerumus ke pergaulan yang amburadul di jaman sekarang. Sampai akhirnya si ibu cerita, dahulu dia pernah saat anaknnya umur 3 tahun, kemudian anaknnya sakit. Saat itu suaminnya tidak ada. Uang juga tidak punya. Dalam keadaan hujan, si ibu pergi ke Puskesmas. Tutup. Si ibu mau ke Ruhah sakit, tidak punya biaya. Akhirnya si ibu pun membawannya ke klinik. Karena tidak punya biaya, anaknnya terpaksa ia tinggalkan di klinik tersebut. Ia segera pulang dan mencari cara untuk mendapatkan biaya. Di tengah hujan yang bertambah deras, ia dari satu rumah ke rumah yang lain untuk meminjam uang. Sayang sang dewi fortuna belum mengulurkan tangannya. Hasil yang di dapatkan tidak seberapa. Dengan terpaksa ia jual lampu petromax ( ini lampu penerangan jaman dulu). Lampu tersebut adalah satu-satunnya lampu yang ia punya. Sekaligus harta satu-satunnya yeng mempunyai harga jual. Namun demi kesembuhan anaknnya, ia jualah petromax tersebut.

Sadar tidak sadar. Mau tidak mau. Diakui atau tidak. Ibu. Seorang malaikat yang terus menapakkan kakinya, berjalan dalam kelembutan hatinnya, mengerahkan tenaga dengan kebersihan jiwannya. Ibu...

kau memberikanku hidup
kau memberikanku kasih sayang
tulusnya cintamu, putihnya kasihmu
takkan pernah terbalaskan
hangat dalam dekapanmu
memberikan aku kedamaian
eratnya pelukmu, nikmatnya belaimu
takkan pernah terlupakan

reff:
oh ibu terima kasih
untuk kasih sayang yang tak pernah usai
tulus cintamu takkan mampu
untuk terbalaskan

oh ibu semoga tuhan
memberikan kedamaian dalam hidupmu
putih kasihmu kan abadi
dalam hidupku

repeat reff:

ooohh putih kasihmu kan abadi
dalam hidupku
(Ungu)

(Ibu... elisa sangat kangen. Hehehe)

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Template by:

Free Blog Templates