Senin, 20 Desember 2010

Gara-gara jalan Berlubang

Senin, 20 Desember 2010. Hari ini saya sedih. Sore tadi dalam perjalanan saya menuju rumah sahabat yang sedang berduka, di perempatan batang, tiba-tiba ada pedagang keliling yang terjungkal. Gerobak baksonya yang berwarna hijau terperosok masuk dalam lubang jalan yang rusak dan gerobak pun roboh. Tidak mampu mempertahankan keseimbangan. Saya dan beberapa orang reflek turun dari kendaraan yang sedang kami naikki untuk menolong bapak penjual bakso tersebut. Hati saya merasa miris. Sangat kasihan. Untunglah barang daganganya tidak apa-apa. Saya tidak bisa membayangkan jika sampai rusak. Mau makan apa istri dan anaknya di rumah. Tapi dari kejadian itu pun, banyak orang yang lewat enggan perduli dan sibuk dengan urusan masing-masing. Terus meluncur tanpa perduli.
Jalan-jalan berlubang memang sangad berbahaya. Selain kejadian abang tukang bakso, siang tadi saat saya dan teman saya akan ke percetakan untuk mengambil pesanan nama saya yang selalu hilang tiba-tiba persis di depan kami ada tragedi kecelakaan karena lubang di jalan. Dari kaca mata saya, tampaknya orang berkendara win tersebut berniat menyalip mobil di depannya. Namun naas, tanpa disadarinya di depannya ada lubang yang cukup dalam. Karena pengendara berkecepatan tinggi maka keseimbangan pun tidak mampu dipertahankan. Beberapa onderdil motor bahkan tampak patah. Kapan ya jalan-jalan tidak lagi mengerikan seperti itu?

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Template by:

Free Blog Templates