Senin, 14 Maret 2011

HERNIORRAPHY (Hernioplasty)


Introduksi

a. Definisi

Suatu tindakan pembedahan dengan cara memotong kantong hernia, menutup defek, dan menjahit pintu hernia

b. Ruang lingkup

Benjolan di daerah inguinal dan dinding depan abdomen yang masih bisa dimasukan kedalam cavum abdomen.

Kadang benjolan tidak bisa dimasukkan ke cavum abdomen disertai tanda-tanda obstruksi seperti muntah, tidak bisa BAB, serta nyeri.

c. Indikasi operasi

* Hernia reponibel
* Hernia irreponibel
* Hernia inkaserata
* Hernia strangulata

d. Diagnosa banding

* Hidrokel testis
* Tumor testis
* Orchitis
* Torsio testis

f. Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan penunjang diperlukan untuk faktor penentu terjadinya hernia:

* Ronsen thorax → COPD
* USG → BPH

Tehnik operasi Herniotomi – Herniorafi Lichtenstein

Hernia inguinalis lateralis dan medialis:

1. Penderita dalam posisi supine dan dilakukan anestesi umum, spinal anestesi, atau anestesi lokal

2. Insisi oblique 2 cm medial sias sampai tuberkulum pubikum

3. Insisi diperdalam sampai tampak aponeurosis MOE (Muskulus Oblikus Eksternus)

4. Aponeurosis MOE dibuka secara tajam

5. Funikulus spermatikus dibebaskan dari jaringan sekitarnya → dikait pita & kantong hernia diidentifikasi

6. Isi hernia dimasukan ke dalam cavum abdomen, kantong hernia secara tajam dan tumpul sampai anulus internus

7. Kantong hernia diligasi setinggi lemak preperitonium, dilanjutkan dengan herniotomi

8. Perdarahan dirawat, dilanjutkan dengan hernioplasty dengan mesh

9. Luka operasi ditutup lapis demi lapis.

g. Komplikasi operasi

* perdarahan
* infeksi luka operasi
* cedera usus
* cedera kantong kemih
* cedera vas deferen
* cedera testis, orchitis, atropi testis
* cedera saraf intra ingunal, ilia hipogastrik atau genota femoral.

h. Mortalitas

Tergantung keadaan hernia: reponibilis atau strangulata, kondisi dan penyakit penyerta

i. Perawatan Pasca Operasi

Paska bedah penderita dirawat dan diobservasi kemungkinan komplikasi berupa perdarahan dan hematoma pada daerah operasi

j. Follow-Up

Pasien disarankan tidak berolah raga berat atau mengangkat benda berat selama 6-8 minggu untuk mencegah kekambuhan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Template by:

Free Blog Templates