Minggu, 19 Desember 2010

FUTSAL STIKES Se-JATENG

Demam futsal kian melanda akhir-akhir ini. Futsal menjadi olahraga menarik untuk para pecinta olah raga yang gila bola. Tournament-tournament futsal pun menjadi sesuatu hal yang ditunggu-tunggu banyak orang. Kini giliran Stikes Muhammdiyah Pekajangan yang mengadakan tournament futsal Antar Stikes dan Akper se_Jateng dan DIY. Acara yang bertemakan ” Show Up Your Skill With A Fair Play On The Game” ini berlangsung ramai. Acara yang di selenggarakan dalam rangka Milad V Stikes Muhammadiyah Pekajangan ini, berhasil menjadi acara terbesar dalam acara pramilad dari 13 rangkaian kegiatan Milad.

Acara yang di selenggarakan di ”galery futsal” Tirto ini di ikuti oleh 17 tim futsal dari masing-masing Stikes maupun Akper di Jawa Tengah dan DIY. Tampaknya jarak bukan halangan yang berarti untuk mengikuti tournamen yang menarik ini. Terbukti, dari beberapa tim yang mengikuti pertandingan. Mereka bahkan rela bermalam di tempat transit yang disediakan panitia di kampus 2 Stikes Muhammadiyah Pekajangan. Seperti yang di sampaikan oleh Joko, salah seorang pemain dari Klaten, yang mengatakan bahwa kedatangan mereka tidak semata-mata untuk bertanding, tetapi juga dalam rangka siaturakhmi antar Stikes dan Akper se-jateng dan DIY. Dengan dasar silaturahmi inilah yang membuat pertandingan berjalan fair, tanpa keributan dari awal sampai akhir.
Acara dibuka langsung oleh ketua Stikes Muhammadiyah pekajangan, Bapak Muh. Arifin secara simbolis dengan penendangan bola ke gawang jam 7.54 WIB. Kemudian pertandingan dimulai jam 8.09 WIB antara Stikes Bamada Slawi A vs Stikes Harapan Bangsa di lapangan 1 dan Wirahusada semarang vs Stikes Muhammadiyah Kudus di lapangan 2. Dengan usaha yang cukup berat, akhirnya 8 tim terkuat masuk ke babak seperempat final. Delapan tim tersebut yaitu 4 tim dari lapangan 1 dan 4 tim dari lapangan 2. Empat tim dari lapangan 1 antara lain: Stikes Harapan Bangsa B setelah mengalahkan stikes Bamada Slawi A dengan skor 5-0, Stikes Elisabeth Semarang setelah mengalahkan Akper Pemkot Tegal dengan skor 4-1, Stikes Muhammadiyah Pekajangan A setelah menumbangkan lawanya akper Depkes Pekalongan dengan skor 2- 1, dan terakhir Stikes Muhmmadiyah Klaten setelah menumbangkan lawanya Akper serulingmas dengan skor 5-3. Dari lapangan 2, 4 tim terkuat yaitu Wirahusada Semarang setelah melumpuhkan lawanya dengan skor 7-2, Stikes Harapan Bangsa setelah melawan Akper Muhammadiyah kendal yang sebelum melawan Harapan Bangsa, Akper kendal telah mengalahkan lawan pertamanya Yakpermas dengan skor yang telak yaitu 10-0, Stikes Muhammadiyah Pekajangan B setelah mengalahkan Stikes Kudus dan terakhir Bamada Slawi setelah mangalahkan Akper Depkes Pekalongan B.

Pertandingan seperempat final berlangsung semakin panas. Gol-gol tercipta dengan indah di setiap pertandinaan. Pertandingan pertama di lapangan 1 antara Stikes Muhammadiyah Pekajangan A dan Stikes harapan Bangsa B. Pertandingan ini di menangkan oleh Stikes n kedua Muhammadiyah Pekajangan setelah berhasil mencetak angka 3-1 pada babak pertama dan 3-2 pada babak kedua. Pertandingan kedua dimenangkan oleh Klaten setelah berhasil mengalahkan Elisabeth Semarang dengan skor akhir 2-0 untuk keunggulan klaten. Di lapangan 2, pertandingan tidak kalah menarik. Tim Muh. Pekajangan B dan tim Harapan Bangsa A berhasil masuk ke semi final setelah berhasil menundukan lawanya Wirahusada Semarang dan Bamada Slawi. Dengan hasil akhir masing-masing pertandingan yaitu 5-4 utuk keunggulan Stikes Muh. Pekajangan B atas Wirahusada Semarang dan 2-3 untuk keunggulan Harapan Bangsa atas lawanya yaitu Bamada Slawi.

Tampaknya dewi fortuna sedang berada di pihak tuan rumah. Kedua tim delegasinya masuk ke babak semi final untuk memperebutkan tiket grand final. Setelah pending 30 menit untuk istirahat pertandingan dilanjutkan kembali. Pertandingan pertama antara Stikes Muh. Pekajangan vs Stikes Muhammadiyah Klaten di lapangan 1. Pada babak pertama Stikes Muhammadiyah Pekajangan berhasil menang dengan mudah dengan skor 5-1. Kemudian pada babak kedua berhasil menambah keunggulan 3 gol sehingga hasil akhir pertandingan adalah 8-2 untuk keunggulan Pekajangan A. Hal ini sekaligus menandai keberhasilan Pekajangan A melaju ke babak Grand Final. Sayangnya tim Stikes Muhammadiyah Pekajangan B tidak dapat bertemu dengan Pekajangan A di babak final karena harus bertekuk lutut oleh lawanya Stikes harapan Bangsa. Dewi Fortuna tampaknya mulai menjauh dari tim pakajangan B. Tim Pekajangan B sama sekali tidak dapat memasukan 1 gol pun ke gawang Harapan Bangsa. Pemain-pemain dari Pekajangan B tampak kurang koordinasi sehingga mudah di kecoh oleh permainan cantik dari Harapan Bangsa. Tim yang berseragam hitam dengan kombinasi merah ini berhasil unggul dengan skor akhir 5-0. Pekajangan B tampak kesulitan menghadapi pertandingan keras dan capat yang di lakukan Harapan Bangsa. Meski tercipta 3 kartu kuning di pertandingan ini, tetapi fair play tetap berlangsung. Bahkan saat salah seorang pemain dari Pekajangan B tumbang di lapangan, M. Syaefudin pemain bernomor punggung 10 dari harapan bangsa memapahnya sampai official Pekajangan B untuk mendapat perawatan. Kejadian sportif yang patut dicontoh untuk setiap pertandingan.

Selelah istirahat selama 30 menit, pertandingan kembali bergulir. Karena waktu beranjak sore, maka petandingan final antara Pekajangan A vs Harapan Bangsa A dan perebutan juara 3 antara Pekajangan B vs Klaten terpaksa dilaksanakan secara bersamaan di 2 lapangan yang berbeda. Pada lapangan 2 tempat dilaksanakanya pertandinan perebutan juara 3, antara Pekajangan B vs Stikes Klaten berlangsung seru dan menarik. Pada babak pertama Pekajangan tidak berhasil mencetak 1 gol pun ke gawang lawan. Sehingga babak pertama berakhir dengan skor 2-0 untuk keunggulan Klaten. Pada babak kedua Klaten juga berhasil mengumpulkan 2 gol. Anandi pemain dari Pekajangan B barhasil menjadi bintang yang memasukan 3 gol ke mulut gawang Klaten. Namun sayang, sampai babak kedua berakhir, skor tidak berubah 4-3 untuk klaten sang juara 3. Menurut officialnya, hal ini cukup membanggakan. Meski hanya juara 3 tetapi kedatanganya tetapi mereka puas. Minimal masuk semi final katanya. Apalagi tempatnya menyenangkan dan tujuan kami adalah ingin silaturahmi, tambahnya.

Pada pertandingan final yang berlangsung di lapangan 1 diawali dengan tendangan Haqul, pemain andalan dari Pekajangan. Tidak lama kemudian harapan Bangsa mulai melancarkan seranganya namun masih membentur tiang gawang. Pada menit ke 16 Haqul berhasil mencetak gol pertama di babak final. Sorak sorai penonton mulai membahana. Serangan terus dilancarkan oleh pekajangan. Pemain bernomor punggung 14 berhasil membangun serangan bersama namun masih membentur mistar gawang dan belum berhasil menambah keunggulan untuk Pekajangan. Harapan Bangsa tidak mau kalah. Tekhnik oper bola cantik yang menjadi andalanya mulai diluncurkan. Namun sayangnya tendangan yang cukup keras dari pemain Harapan bangsa berhasil ditepis oleh Kiper akrobatik dari Pekajangan, Anto dengan sangat gemilang. Serangan dilancarkan kembali. Bola mulai bergulir di lapangan. Agung, pemain bernomor punggung 10 berhasil menambah keunggulan Pekajangan menjadi 2-0. Harapan bangsa pun tidak mau kalah. Dengan serangan-serangan yang dilakukan akhirya berhasil memperkecil ketinggalan dan gol pertamanya. Pada menit-menit terakhir, Agung, si pencetak gol kedua Pekajangan melakukan handball sehingga dilakukan tendangan pinalty untuk Harapan Bangsa. Tendangan dilakukan oleh Ardi sang kapten Harapan Bangsa dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2 sama. Babak pertama berakhir dan skor belum berubah 2 sama.

Pertandingan kedua tim yang hampir sama kuat ini kembali bergulir. Gol pembuka babak kedua dicetak oleh Agung dari Pekajangan A. Beberapa menit kemudian tiba-tiba terjadi pemain nomor 26 dari Harapan Bangsa terjatuh di tengah lapangan karena kecapean. Permainan tetap berjalan dengan cepat dan berimbang. Tendangan langsung oleh pemain bernomor punggung 7 Harapan Bangsa berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3 sama dibabak kedua. Pada menit ke 12 pemain andalan Pekajangan, Haqul terjatuh kram ditengah lapangan. Pemandangan fair play kembali tercipta, karena justru pemain Harapan Bangsa yang membantunya. Dengan sisa-sisa tenaga yang ada para pemain terus berupaya menambah angka. Saat penjagaan dari Pekajangan melemah, Wahono berhasil menembah keunggulan Harapan bangsa menjadi 5-4. Diiringi teriakan penukung, Pekajangan terus melancarkan serangan dan akhirya dapa menyamai skor Harapan Bangsa melalui tendangan finalty yang dilakukan oleh Haqul. Sampai wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan, skor tidak berubah 5-5.

Final Futsal antar Stikes dan Akper se-Jateng DIY diakhiri dengan tendangan finalty. Tendangan pertama untuk Pekajangan dieksekusi langsung oleh pemain andalan Haqul dan berhasil. Tendangan pertama untuk Harapan Bangsa diambil oleh pemain bertubuh tinggi M. Syaefudin yang juga masuk. Sampai tendangan kelima skor masih imbang yaitu 3-3. Sampai akhirnya pada tendangan ke 7 yang dilakukan kiper masing-masing tim yang menjadi penentu pertandingan. Tendangan dari kiper Harapan Bangsa berhasil merobek gawang Kurniato, kiper Pekajangan A dan mengakhiri pertandingan dengan 5-4 untuk keunggulan Harapan Bangsa.

Jam 17.54, upacara penutupan digelar. Keceriaan tergambar di masing-masing wajah para pemenang. Penutupan diikuti oleh juara 1, Stikes Harapan Bangsa, juara 2, Stikes Muhammadiyah Pekajangan dan juara 3 Stikes Muhammadiyah klaten dan panitia. Penutupan langsung dilakukan oleh ketua Stikes Muhammadiyah pekajangan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Template by:

Free Blog Templates