Sabtu, 01 Januari 2011

Tragedi Banjir Di malam Tahun Baru


Banjir…. Banjir… banjir….


Indonesia banget nggak sich… di mana-mana ada banjir..
Coba tengoklah ibu kota Negara tercinta ini, dalam tahun 2010 yang lalu aja ada berapa kali coba terkena bencana banjir? Sudah tidak terhitung mungkin. Indonesia ku oh Indonesiaku? Kenapa bisa bajir? Salah satu penyebab utamannya pastilah buang sampah sembarangan. Yang menyebabkan saluran-saluran air macet dan air pun meluap kemana-mana. Tapi itu dulu… tahun 2010, sekarang kan tahun 2011. Semiga aja tidak banjir lagi. Hehe….

Kenapa kali ini ada pembahasan banjir dan tahun 2010? Hal ini dikarenakan ada kejadian besar alias tragedy kebanjiran di malam tahun baru. Tragedy ini amat luar bisa mendadak dan mengakibatkan kegemparan dan kehebohan yang sangat luar biasa! Bencana banjir ini terjadi di Wilayah Pekajangan, tepatnnya gang 12. Dan lebih tepatnnya lagi, di sebuah rumah mungil tua yang dihuni 10 cewek paling manis nan imut di Pekajangan. He… (kost-kostan tercinta rupannya).

Saat itu tanggal 31 Desember 2010, pukul 18.00. anak-anak kost lagi pada sibuk-sibuknnya persiapan untuk malam tahun baru-an bersama para darling tercinta (bagi yang punya, hehe…). Ada yang lagi asik-asik luluran (pake tanah liat), ada yang sedang mandi sauna, ada yang lagi asik-asik dandan, ada yang belum mandi (Jorok), ada yang asik nonton TV or Film dan dahkan ada yang sudah berangkat (ke Semarang sich, jadi berangkat duluan).

Saat aku dan mba nanda lagi asik-asiknnya nonton Film di kamarnya Supri, tiba-tiba dari arah ruangan TV ramai. “BANJIR… BANJIR… BANJIR… BANJIR….” Teriakan suara-suara cempreng membahana di penjuru ruangan. Aku santai-santai saja di kamar “Apaan sich,, berisik..” batiku. Aku piker anak-anak sedang bercanda. Saat aku keluar dari kamar,, OLALA…. Air sudah menyebar di ruang TV. “BANJIR… BANJIR… BANJIR…” Teriaku semakin membuat kost jadi gaduh tidak karuan.

Anak-anak kost yang selama ini enggan untuk memelihara kost dengan baik (dasar), kini berlarian mengambil barang-barang guna mengahalangi air semakin menyebar. Ada yang mengambil ember, ada yang mengambil gayung, ada yang mengambil sapu, ada juga yang mengambil lap pel. Bahkan Dewi merelakan bajunnya untuk dijadikan lap pel. ( Bey bey baju kuningnya Dewi…). Tapi air terus-menerus naik tak terkendali. Merasuk masuk ke kamar-kamar. Wuah terikan terikan semakin jejeritan tidak karuan.

Barang-barang segera dinaikkkan ke tempat tempat yang tertinggi. Apalagi yang namannya tugas-tugas. “SELAMATKAN SECEPATNNYA”. Dengan kondisi yang sangat mengerikan, air dimana-mana, maka gagalllah semua persiapan menyambut tahun baru dengan “Perfect”. Kaki-kaki jadi gatal karena menginjak-injak air yang kotor. Selidik punya selidik, ternyata banjir berasal dari saluran Air tempat cuci yang macet. (tampakknnya banyak sampah yang menyumbat, sehingga air hujan yang masuk kost karena kost-kostan memang sudah bocor atapnnya tidak bisa keluar melewati salura tersebut dan naik menjadi banjir dadakan).

Tapi untunngya sekitar pukul 20.30, hujan reda dan banjir pun usai. Persiapan menyambut tahun baru pun dilanjutkan di kamar Intan. Satu-satunnya kamar yang selamat dari banjir. Naas nasib kamar mungil itu menjadi tempat penyelamatan dari semua cewek yang tepar kelelahan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Template by:

Free Blog Templates