Minggu, 10 Juni 2012

Gosip panas!


Yang namanya gajah di pelupuk mata itu konon memang tak tampak. Sedangkan semut di sebrang lautan itu tampak. Tetapi itu sih kata pribahasa aja. Meski mungkin dalam kehidupan sehari-hari memang banyak hal seperti itu terjadi.
Sama halnya ketika kita lagi benci bin sebel banget sama seseorang. Yang ada di otak kita hanyalah satu hal. Keburukannya dan kejelekannya. (dua dink!) Pokoknya serba aliran hitam yang jahat-jahat. Kita berfikir bahwa kita paling benar aja. Kayak di atas kepala kita ada bulatan layaknya malaikat dalam serial kartun.
Hari ini aku sedang menyadari sesuatu bahwa terkadang orang yang kita benci bisa menjadi orang yang kita sayang, cintai, hormati. Aku jadi maklum kalau banyak cerita film dari yang tadinya musuhan lalu jadian. Hehehe... klasik banget sih...
Tetapi ya emang gitu kok nyatanya. Kenapa kita nggak suka sama seseorang? Kenapa kita benci seseorang? Kenapa kita menganggap orang itu jahat? Hanya ada satu hal yang bisa menjawabnya. Yaitu...
Karena kita tidak mengenalnya.
Simpel bukan? Yap yap yap! Mungkin ada kalanya ketika kita kenal seseorang justru menjadi benci banget sama orang itu. Misalnya karena orang itu punya kelainan kayak suka ngambil barang-barang atau hal-hal yang tidak bisa didefinisikan dengan baik. Tetapi itu bisa dibilang 1000:1 kok. Lagipula seburuk apa pun orang, pasti punya kebaikan. Dan sebaliknya. Nggak ada orang yang bisa baik 100%. Why? Soalnya kita itu konon katanya adalah makhluk yang tidak sempurna. Dalam diri kita saja ada dua aliran darah. Arteri dan vena. Kayak kebaikan dan kejahatan gitulah.
Aku jadi teringat dulu ada sahabat yang pernah benciii banget sama seseorang. Entah itu karma atau anugerah, dia malah ditakdirkan dan dipertemukan dalam satu tempat. Seiring berjalannya jarum jam, menit berganti menit, jam berganti jam, hari berganti hari, bukan berganti bulan, tahun berganti tahun, abad berganti abad... si sahabat itu harus berinteraksi terus dengan orang yang disebelinya.
Karena kebersaman itulah dia mulai meyadari sesuatu. Bahwa orang yang dibencinya tidak seburuk yang ia duga sebelumya. Padahal asli, si orang yang dibencinya itu tidak berubah sikap atau apa pun. Masih sama seperti itu. Cara bicara, gayanya, cara berjalannya, dandanannya, sifatnya, sikapnya dan nya nya yang lain.
Lalu kenapa si sahabat saya menjadi menyadari bahwa ia tidaklah se’devil’ seperti di otaknya? Tentu jawabannya udah tahu kan? Karena sering bersama. Sering bersama itulah yang membuat kita mengenalnya!
Si sahabat saya bilang kepada saya, (Karena kami sama-sama tidak menyukai orang itu) dia bersikap seperti itu dengan tujuan baik. Selalu ada hal yang melatar belakangi setiap tindak-tanduknya. Pengalaman masa lalu, impian, harapan dan cita-cita. Karena itulah meski dalam hidup kita memiliki tujuan yang sama (Surga tentu saja), tetapi banyak orang yang bersikap berbeda. Banyak orang yang menganggap benar dengan jalannya masing-masing.
Si sahabat ini pun menambahkan ceritanya, bahkan ketika jaman sahabat nabi saja, sahabat nabi satu sama lain ada banyak perbedaan dan pertentangan. Padahal mereka sama-sama merujuk sifat nabi sebelumnya dan Al-Qur’an. Apalagi kita yang hidup terpisah benua, terpisah samudra, terpisah budaya dan terpisah zaman sama nabi?
Dengan wajah yang meneduhkan dia pun bilang kepada saya. Sorot matanya tajam penuh keyakinan. Saya sampai takjub melihatnya. Dia bilang akan berusaha menyikapi sesuatu dengan bijak. Menyikapi banyak hal dengan berbagai sudut pandang. Tidak ingin menjelek-jelekan orang lain. Karena dia yakin, setiap orang memiliki kebaikan dan keburukan masing-masing. Tak ada yang sempurna.
Saya takjub mendengarnya dan mulai menyadari, sering sekali saya su’udun. Berossip ria.... bla bla... hadah... betapa jahatnya saya...
Tiba-tiba.....
”Eh kamu tau nggak... katanya teman kita yang bernama... itu... gini... ya... terus gitu.... gosipnya gini... kemarin aku lihat dia gini... jangan-jangan....”
Aku takjub mendengar ucapannya kemudian. Baru saja dia bilang.....??? Ya ampun susah ya jadi orang baik!
“Emang kata siapa? Wah aku dengar gini... bla bla bla bla bla....”
Hehehe......

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

Template by:

Free Blog Templates