Lama juga rasanya ini Blog aku abaikan... malangnya dikau, Nak...
Hihi... *Meng-alay dikit boleh lah yaw...
Beberapa waktu yang lalu, aku semapt publish beberapa info lomba, yang tentunya beberapa juga aku ikuti...
dan TaRrraaaa!!!! jeng jeng....
Ada yang masuk loh!!! ahaha.. *Bangga!!!
Yang pertama adalah novelku yang berjudul "Fighting Lintang" yang berhasil menembus 35 Besar lomba Young Romance Indonesia (YRI) Gradien.
Walau belum berending ada dongeng Disney, but still itu prestasi bagi penulis pemula seperti saya...
Kabar gembiranya... Novelku yang berjudul UNLIMITED STUDY bakal diterbitin sama Diva Press!!!
Yaiye yaiye yaiye!!!
*Loncat-loncat...
Belum tahu sih, nantinya akan diganti judul apa nggak sama editornya... ^^
Terbit bulan depan... >>> Juni!!!
Alhamdulillah banget-banget deh...
Novel ini ikut 10 besar Lomba Novel Jepang yang diadain sama Diva Press loh!!! ^^
Jadi merasa one step closer to my dream!!! >>Be Writer!!!<<
Sambil berdoa semoga Best Seller!!! aaminn...^^
Well, karena ini adalah satu berkah... aku jadi terfikir untuk merepost berbagai info lomba... Kali aja bisa membantu para pemburu lomba..^^
Welcome To The Junggle...
Upst! Bukan!
Welcome To Our Stand!
Welcome Guys...
Ditemani rintik-rintik hujan yang menyirami bumi... Bersama angin malam yang membuat badan menggigil. Tubuh kami, pendekar Pena Pekalongan seolah tada kenal lelah ke sana ke mari demi melaksanakan kegiatan dari tanggal 28 Desember 2012 hingga Januari tangga 3 2013....
Satu tahun ternyata... hehe...
Tiada terasa, kini BookFair di gedung Bakorwil Jatayu Pekalongan sudah mencapai hari terakhir....
Usai sudah segala suka duka, tangis canda yang mewarnai berdirinya Stand FLP Pekalongan. Yah, meski seringkali tiada penguni, seringkali saling menyuruh jaga Stand (Maklum sukarela). dan seringkali ramai abis kalau ternyata kumpul rame-rame...
Film ini sungguh Super Keren! ceritanya tentang banyaknya model pendidikan yang salah dari Ortu end dari guru di sekolah. Film ini membuatku menangis tersedu-sedu di tengah malam, tetapi juga tak jarang membuatku terkikik geli jika adegan konyol bin gokil muncul.
Selain dari sisi orang tua, film ini juga menyuguhkan kisah berimbang. Di mana, sebagai anak, harusnya kita juga mengerti mereka. bahwa mereka akan rela mengorbankan apa pun demi kita bahkan nyawa.. Dan dari film ini juga menyadarkan kita, agar menjadi anak berbakti tanpa harus menunggu orang tua kita menderita bahkan tiada!!! oMo... I love this Film sooo much much.....
This is beberapa gambar dan para pemain Filn i'm not stupid too...
Aku sedang mengotak atik foto sampul
facebookku ketika tiba-tiba Praha-Milanisti-si-aktivis-seumur-hidup
itu memberi pesan singkat. “Aku kirim artikel ke e-mailmu” katanya. Aku
tersenyum saja. Aku browsing internet
memang berniat hendak mengambil naskah kirimannya setelah membaca smsnya
darinya pagi tadi.
“Baru mau aku buka Mas.” Sahutku
sambil asik dengan foto-foto narcisku. Setelah memilih-milih foto, aku pun menguploadnya dan meninggalkan halaman facebook. Aku segera membuka halaman gmailku yang sedari tadi loading sangat lama. Wifi kampus lola bung!
“Klunting!” tiba-tiba terdengar
suara pesan masuk lagi di facebookku.
Karena gmail masih loading juga, aku kembali beralih ke facebook. Rupanya Mas Praha lagi. Ia mengirimkan
sepotong anekdot. Bunyinya begini:
Seorang Guru matematika bertanya kepada
murid-muridnya:
Guru : “Seandainya pesawat Boeing
747 Lion Air dipiloti oleh penyabu, dan mengangkut 560 orang anggota DPR RI,
meledak di ketinggian 1000 feet dan jatuh di pegunungan berbatu tajam dengan
kemiringan 45 derajat, berapa kemungkinan yang selamat?”
Murid-murid menjawab serempak dan
tegas : “Yang selamat 250 Juta rakyat Indonesia, Bu!”
ahihihiihihihihiii”
Aku tersenyum membacanya. Sebuah sindiran
halus yang langsung mengena melihat kondisi bangsa saat ini. Ironis memang,
tetapi ini adalah sebuah fakta! Sebuah realita yang berkeliaran di sekeliling
hidup kita.
Para “wakil rakyat” yang ada di
gedung megah sana layaknya lintah penghisap darah rakyat. Layaknya vampir yang
meminum darah korbannya hingga pucat pasi. Tidak berdarah lagi.
Di setiap gedung-gedung
pemerintahan, cobalah tengok parkiran! Tidak beda jauh dari showroom mobil mewah. Sangat ironis jika
dibandingkan dengan kemiskinan dan kemelaratan yang diderita rakyat Indonesia.
Ah tragis! Lebih tragis lagi ketika
aku menyadari bahwa aku tidak bisa melakukan apa pun untuk merubah keadaan.
Betapa memalukannya. Aku jadi teringat diskusi dengan teman-teman IMM di Linggo
ketika DAD Sabtu kemarin.
Masalah-masalah sosial begitu kental
di sekitar kita. Bahkan beberapa calon-aktivis-muda-luar-biasa (Gyaa.... berasa
udah tua jadinya), sangat antusias ketika membahas permasalahan lokal.
Examplenya nih di Pekalongan, yang lagi booming
banget, pendataan dan penertiban tenaga honorer juga perumahan tenaga honorer
ilegal. Bacalah: Pemecatan!!!
Ratusan tenaga honorer yang sudah
mengabdi tahunan, diberhentikan begitu saja seolah tidak berarti. Aku jadi
teringat nasib tenaga honorer yang mengabdi di SDku. Seorang kawan yang dipertemukan
secara tidak sengaja. Apakah dia juga diberhentikan? Setelah hampir tiga tahun
ini menempuh perjalanan Doro-Petungkriyono yang kalau melihat kondisi jalannya,
lebih mudah untuk mengatakan itu adalah sungai kekeringan ketimbang jalan. Naik
motor sampai berasa naik kuda karena buruknya kondisi jalan. Harus
diberhentikan?????
Mengerikan!!!!!
Pagi tadi, aku membaca koran,
untunglah ada beberapa pembelaan dari kalangan pendidikan. Banyak orang yang
berpendapat bahwa hal ini kurang benar, terkait masih kurangnya tenaga pendidik
di Jawa Tengah.
Tetapi kok tidak ada pembelaan dari
dinas kesehatan? Bukankah pemecatan juga terjadi di rumah sakit-rumah sakit.
Imbasnya terkena pada perawat dan bidan yang sudah mengabdi tahunan? Bekerja
shift siang-malam-pagi yang sangat melelahkan harus berhenti begitu saja? Lagi-lagi
aku hanya bisa mengehela nafas. Akankah kita diam saja?
Dikampusku yang notabenenya adalah
program studi kesehatan juga tidak ada gerakan kok. Lagi pada sibuk praktek dan
belajar! Hehehe...
What should
i do? Aku kembali merenung, sekarang para “Bapak pejabat yang terhormat” sedang
sibuk menjauhi KPK. Mencari payung perlindungan agar “aman.”. Lalu masihkah
mereka ingat dengan amanah yang mereka emban sebenarnya?
Jalanan rusak, kemiskinan, putus
sekolah, kemelaratan, pemecatan, pengangguran, PHK, dan bla bla bala.... banyak
masalah ternyata. Lagi-lagi aku hanya mengehela nafas panjang. (Lagi?????)
Yang namanya gajah di pelupuk mata itu konon memang tak tampak. Sedangkan semut di sebrang lautan itu
tampak. Tetapi itu sih kata pribahasa aja. Meski mungkin dalam kehidupan
sehari-hari memang banyak hal seperti itu terjadi.
Sama halnya ketika kita lagi
benci bin sebel banget sama seseorang. Yang ada di otak kita hanyalah satu hal.
Keburukannya dan kejelekannya. (dua dink!) Pokoknya serba aliran hitam yang
jahat-jahat. Kita berfikir bahwa kita paling benar aja. Kayak di atas kepala kita ada bulatan layaknya
malaikat dalam serial kartun.
Hari ini aku sedang menyadari
sesuatu bahwa terkadang orang yang kita benci bisa menjadi orang yang kita
sayang, cintai, hormati. Aku
jadi maklum kalau banyak cerita film dari yang tadinya musuhan lalu jadian.
Hehehe... klasik banget sih...
Tetapi ya emang gitu kok
nyatanya. Kenapa kita nggak
suka sama seseorang? Kenapa kita benci seseorang? Kenapa kita menganggap orang
itu jahat? Hanya ada satu hal yang bisa menjawabnya. Yaitu...
Karena kita tidak mengenalnya.
Simpel bukan? Yap yap yap!
Mungkin ada kalanya ketika kita kenal seseorang justru menjadi benci banget
sama orang itu. Misalnya karena orang itu punya kelainan kayak suka ngambil
barang-barang atau hal-hal yang tidak bisa didefinisikan dengan baik. Tetapi
itu bisa dibilang 1000:1 kok. Lagipula seburuk apa pun orang, pasti punya
kebaikan. Dan sebaliknya. Nggak ada orang yang bisa baik 100%. Why? Soalnya
kita itu konon katanya adalah makhluk yang tidak sempurna. Dalam diri kita saja
ada dua aliran darah. Arteri dan vena. Kayak kebaikan dan kejahatan gitulah.
Aku jadi teringat dulu ada
sahabat yang pernah benciii banget sama seseorang. Entah itu karma atau
anugerah, dia malah ditakdirkan dan dipertemukan dalam satu tempat. Seiring
berjalannya jarum jam, menit berganti menit, jam berganti jam, hari berganti
hari, bukan berganti bulan, tahun berganti tahun, abad berganti abad... si
sahabat itu harus berinteraksi terus dengan orang yang disebelinya.
Karena kebersaman itulah dia
mulai meyadari sesuatu. Bahwa orang yang dibencinya tidak seburuk yang ia duga
sebelumya. Padahal asli, si orang yang dibencinya itu tidak berubah sikap atau
apa pun. Masih sama seperti itu. Cara bicara, gayanya, cara berjalannya,
dandanannya, sifatnya, sikapnya dan nya nya yang lain.
Lalu kenapa si sahabat saya
menjadi menyadari bahwa ia tidaklah se’devil’ seperti di otaknya? Tentu jawabannya udah tahu kan? Karena
sering bersama. Sering bersama itulah yang membuat kita mengenalnya!
Si sahabat saya bilang kepada
saya, (Karena kami sama-sama tidak menyukai orang itu) dia bersikap seperti itu
dengan tujuan baik. Selalu ada hal yang melatar belakangi setiap
tindak-tanduknya. Pengalaman masa lalu, impian, harapan dan cita-cita. Karena
itulah meski dalam hidup kita memiliki tujuan yang sama (Surga tentu saja),
tetapi banyak orang yang bersikap berbeda. Banyak orang yang menganggap benar
dengan jalannya masing-masing.
Si sahabat ini pun menambahkan
ceritanya, bahkan ketika jaman sahabat nabi saja, sahabat nabi satu sama lain
ada banyak perbedaan dan pertentangan. Padahal mereka sama-sama merujuk sifat
nabi sebelumnya dan Al-Qur’an. Apalagi kita yang hidup terpisah benua, terpisah
samudra, terpisah budaya dan terpisah zaman sama nabi?
Dengan wajah yang meneduhkan
dia pun bilang kepada saya. Sorot
matanya tajam penuh keyakinan. Saya sampai takjub melihatnya. Dia bilang akan
berusaha menyikapi sesuatu dengan bijak. Menyikapi banyak hal dengan berbagai sudut pandang. Tidak ingin menjelek-jelekan
orang lain. Karena dia yakin, setiap orang memiliki kebaikan dan keburukan
masing-masing. Tak ada yang sempurna.
Saya takjub mendengarnya dan
mulai menyadari, sering sekali saya su’udun. Berossip ria.... bla bla...
hadah... betapa jahatnya saya...
Tiba-tiba.....
”Eh kamu tau nggak... katanya
teman kita yang bernama... itu... gini... ya... terus gitu.... gosipnya gini...
kemarin aku lihat dia gini... jangan-jangan....”
Aku takjub mendengar ucapannya
kemudian. Baru saja dia bilang.....??? Ya ampun susah ya jadi orang baik!
“Emang kata siapa? Wah aku dengar gini... bla bla bla bla bla....”
Rabu hari ke 3 PKL. Kesabaranku di pagi ini diuji dengan kehadiran 2 orang “penyusup” brengsek! Fine, mungkin agak kasar kata-kataku barusan. Tapi benar-benar bikin perasaan nggak enak! Neghk banget tau nggak. Bilanglah saya galak. Bilanglah saya sok ngatur. Membandingkan saya dengan zukay. Katanya dia baik. Bebas. Terserah. Penghianat! Kenapa anggota saya ada yang seperti itu? Kenapa tidak bilang ke saya kalau nggak suka. Kenapa harus bilang sama orang lain? Pengecut. Berani Cuma dibelakang. Gak berani bilang langsung sama saya. Pamer para penyusup semakin menjadi-jadi. Memekakan telinga dan membuatku MUAK. Ya Allah saya hanyalah gadis dengan emosi cukup tinggi, jadi saya harap jaga perasaan saya. Janganlah sampai amarah ini keluar. Saya baru sadar, kini saya sangat merindukan keluarga saya anak IMM. Mereka jauh lebih mengerti. Jauh lebih punya empati dan yang pasti nggak EGOIS! Saya jujur sangat marah. Tapi saya harap dengan membuat catatan ini amarah saya tersalurkan. Ya Allah beri saya kekuatan untuk menjadi ketua yang baik dan bijak dalam menyikapi sesuatau. Biarlah anjing menggonggong. Khafilah berlalu. Saya sudah berusaha dengan begitu sabar terhadap mereka. Tapi dikasih hati minta jantung. Bisa gilla!!! Biarlah. Aku yakin hanya si bodoh nan sombong itu yang seperti itu. Saya tetaplah elisa yang seperti ini. Dan selalu mencoba menjadi yang lebih baik!!! Amien………
Allah menciptakan laki-laki dan perempuan adalah untuk berpasang-pasangan. Begitu kira-kira makna beberapa ayat dalam kitap Suci Al’Qur’an. Pada dasarnnya memang setiap hal di dunia ini tercipata berpasangan-pasangan. Ada siang, ada malam. Ada bumi, ada laut. Ada mendung, ada cerah. Ada banyak dan ada sedikit. Ada banyak perbedaan dalam masing-masing hal itu, tetapi hanya sedikit yang memahami maknannya. Banyak juga istilah yang mengatakan cewek tuh dari venus, cowok dari mars. Kenapa sich??? Ya karena cewek dan cowik emang beda. Karena kalau kata Rasul, perbedaan itu indah. Coba bayangin kalau cewek dan cowok sama aja. Bosen bangen dunia ini pasti. Nggak ada asik-asiknya. Hehehe…. Berikut kalau kita telusuri banyak perbedaan. Di antara perbedaan paling ekstrim adalah:
1. Perempuan: cinta=perhatian Lelaki: cinta=kepercayaan Salah satu tanda cinta bagi perempuan adalah perhatian. Kita senang memberi sekaligus menerima perhatian. Sekecil apa pun perhatian yang diberikan pasangan, kita akan merasa istimewa dan dicintai. Misalnya, dikirimi SMS setiap hari, meski pesannya hanya uapan selamat pagi atau selamat tidur.
Sementara itu, bagi laki-laki, yang menyamai arti perhatian adalah kepercayaan. Lelaki menganggap jika pasangan yang dicintainya memberikan kepercayaan penuh padanya, itu berarti sang kekasih meyakini bahwa ia telah melakukan yang terbaik bagi mereka berdua. Lelaki tak suka dibanjiri SMS. Apalagi jika pesannya berisi, "Kamu di mana?" Selain mengganggu, pesan ini seolah menunjukkan kita tak memercayainya.
2. Perempuan: butuh pengertian Lelaki: butuh penerimaan Selain perhatian, hal lain yang kita butuhkan dalam hubungan adalah rasa dimengerti. Kaum lelaki memang sulit memahami kita. Namun, mereka punya cara untuk mengatasinya. Banyak lelaki diberi kemampuan mendengarkan keluh kesah kita tanpa menghakimi. Ia juga dapat memberikan empatinya. Sikap lelaki yang lebih mudah memahami ini bukan didapat dari mengetahui pikiran atau perasaan seorang perempuan. Ini karena lelaki selalu berusaha mengumpulkan makna-makna dari apa yang dia dengar dan dia lihat untuk membenarkan apa yang disampaikan kekasihnya.
Sementara, perempuan yang kadang tidak berdaya mengubah kekasihnya akhirnya dengan penuh cinta menerima Si Dia apa adanya. Dan, inilah yang membuat lelaki merasa bahagia dan sangat dicintai.
3. Perempuan: ingin dihormati Lelaki: ingin dihargai Kita akan merasa dihormati bila lelaki menanggapi dengan mengakui dan mengutamakan hak-hak, harapan dan kebutuhan-kebutuhan kita. Jika tingkah laku Si Dia selalu mempertimbangkan pikiran-pikiran dan perasaan kita, pasti kita akan merasa senang dan dihormati.
Sedangkan bagi lelaki, penghargaan atau dihargai merupakan reaksi alami terhadap perasaan didukung. Jika usahanya dihargai, lelaki akan tahu bahwa usahanya tidak sia-sia. Lelaki yang merasa dihargai secara otomatis lebih bersemangat dan terdorong untuk lebih menghormati pasangannya. Anda pasti masih ingat rumus PDKK, alias, puji dulu, kemudian kritik.
4. Perempuan: butuh kesetiaan Lelaki: butuh rasa kagum Perempuan sangat menginginkan dan mengagungkan kesetiaan. Laki-laki akan dengan suka rela memberikan kesetiaannya jika dia merasa pasangan mengagumi dan menghormati hak-haknya.
5. Perempuan: mengharap ketegasan Lelaki: mengharap persetujuan Perempuan membutuhkan bukti verbal. Misalnya, perempuan tak akan pernah bosan menerima ungkapan rasa cinta dan sayang yang diutarakan lewat kata-kata. Demikian pula, perempuan membutuhkan kata "jadian" terucap dengan jelas, tegas dan langsung sebagai bukti keabsahan hubungan.
Sementara lelaki, tak perlu ucapan verbal. Cukup dengan anggukan atau tanda persetujuan lainnya, dia sudah merasa mantap melanjutkan hubungan dengan Anda.
Aku rasa aku mulai lelah dengan semua ini. Aku rasa mungkin aku tak akan sanggup bila terus seperti ini. Aku tak menyalahkanmu. Dan aku tak menyalahkan siapa pun. Tapi jujur aku takut. Nyatannya aku terlalu rapuh untuk terus seperti ini. Dan ketika kamu dan aku tidak bisa berkata. Terjebak dalam situasi yang tak bisa dehentikan. Maka ijinkan aku berhenti. Sebelum aku bener-benar jatuh. Dan hancur…………..
Hahaha…. Puisi gadis penuh dilema dalam selubung ketidakpastian. Saya ingat apa yang saya rasakan.. situasi yang sangat menyakitkan. Rasannya ingin menyerah dari keadaan yang menyesakan dada seperti itu… aku sungguh lelah dan ingin segera mengakhiri segala ketidakberdayaan. Kisah saat itu adalah saat saya bisa saja menjadi “penjahat” bagi someone. Tapi bukannya saya membela dirri atau apa, saya juga berusaha seminimal mungkin menjadi peran antagonis. Meski hati ini terasa dituduk-tuduk jarum, meski air mata yang terus mengalir membanjiri area wajah nan bulat ini. Saya tak peduli. Saya hanya ingin tak ada lagi yang akan merasa sakit hati. Saya akui saya bukanlah malaikat yang selalu melakukan kebajikan di seluruh penjuru dunia. Tetapi, saya juga bukanlah seorang “Iblis” yang senantiasa berbuiat kedzaliman kepada sesama. Saya hanyalah gadis kecil yang tak mengerti pahitnnya cinta. Hanyalah gadis kecil yang sedang berusaha menggapai semua impiannnya. Dan saya hanyalah gadis kecil yang ingin belajar dari apa yang terjadi. Dan hanya gadis kecil, hamba Allah yang bergelimang dosa. Setelah beberapa waktu berjalan, detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, saya berfikir, setelah menimbang, mengingat dan seterusnnya. (hehe). Saya memutuskan untuk berhenti. Berhenti berharap kayak lagunya Shela on Seven jaman dulu. Bukan karena saya menyerah dan bukan pula karenan saya kalah. Tetapi karena saya adalah Elisa. Gadis kecil yang hanya ingin bahagia, tanpa mengambil kebahagiaan siapapun. Saya memutuskan untuk pergi menjauh karena saya sudah sangat sakit dengan kebohongannya. Saya memutuskan berhenti mengharapnnya, karena saya tau kebimbangannya. Saya memutuskan untuk melepaskannya karena saya tau ada yang menunggunnya dengan linangan air mata. Saya memutuskan untuk mengakhiri karena seharusnnya hal ini tak pernah dimulai. Saat itu hati saya bimbang, tapi harus yakin. Saat itu hati saya menangis, tetapi mulut saya harus tersenyum. Saat itu hati saya hancur, tapi saya akan berkata SAYA BAIK-BAIK SAJA. Namun manusia hanya berencana, tetapi Allah lah yang menentukan. Pada akhirnya kisah ini berjalan tanpa pernah saya bayangkan seperti ini. Dan seperti yang saya bilang. TERNYATA SEMUA MEMANG BAIK-BAIK SAJA. Dan saya berharap Dia, saya dan kamu akan selalu BAIK-BAIK SAJA.
nonton AFF... aku bissa memastikan hapir 90% penduduk Indonesia lagii nonton pertandingan Bola se-Asean ituu... meski gag ikudan acara2 nonton bareng yang marak di sekitar,,, tapii cukuplah nonton dikozt berasa lapangan ajja.... teriak2Na pada gag pakee konTroll... GEMEZZZZZZ....... Bgt banyak peluang2 yang terabaikan.... sayang sekalii... sampai tendangan finaltii gag GOLL... allaw....
piye toh ikiii.... suarakuw seRak gara2 teriak2 memberi supoRt yang akuw yakin para tag bissa mendengarnya,, (iyalah akuw nontonnya lewat layar kacca gitooo) humph... tapii tag apaa tetap memberi dukungan lewat doa jugaa... bahkan anak2 kozt paz istirahat sebelum babak kedua,, sempat doa bareng en sholat jamaah... hehehe... Alahamdulillah menang yaa... meski dalam kemenangan ini gag issa jadi juaRa AFF... Tapii tak apalah melihat perjuangan semua pemain.. akuw bangga melihatnya.. hehe...
akuw teriak-teriak gag karuan tadii... kost2an kuw berubah jadi seramai passar... apalagi passs Indonesia membuat GOOL.... SEnang...
Triak lagiii... puass...
teriak tyuzzzzz en kini tenggorokankuw sakit... aku beranjak ke kamar menghampiri gaLon... Gyaa... aiRnnya habiss??? ya Allah... piyye kiyee suaraku entek.... serak2 becek.... tenggorokanku sakiD... tidur sajja...
tapi tampaknnya aku lupaa.... besok Ujian belum BalajaR?????? waaaHhhh?????????????
berhubung bingung maw belajar apa gag,, eh malah buat catatan ini untuk bloog en FBkuw... lha piyye km sha... katannya pingin IPnya 3,75 (AMIEN) koq yo malah gag belajar... hm...
yooo wiss lah... belajar pagii2 .. insyaAllah sok sa ngerjainn... amien......
Aku dan Kegilaanku Stress stadium akhir.. Cuma gara-gara semua penkesh. Maaf dosen-dosenku tersayang... bukannya aku nggak mau ngurusin... aku Cuma ingin adek-adeknya aku belajar.. tapi katannya agak kacau di sana ya... Hah.. tau begitu aku akan datang ke sana... kenapa? Di sini pun aku pelajaran keteteran. Gag konsen sama sekali. Emang ya dasar elisa. Padahal semester akhir,, eh paz tugas lagi gila-gilannya malah gene keadaan. GAG KONDUSIF sama sekalii... Semester akhir oh semester akhir. Emang ya.. tugasnya luar biasa bikin gilla. Tugas numpuk terus terus menumpuk. Oh oh oh... hampir meledakan kepala rasannya. Tapii ya inilah nasib mahasiswa, apalagi KEPERAWATAN. Mau tidak mau ya harus mau... haha...
Senin, 20 Desember 2010. Hari ini saya sedih. Sore tadi dalam perjalanan saya menuju rumah sahabat yang sedang berduka, di perempatan batang, tiba-tiba ada pedagang keliling yang terjungkal. Gerobak baksonya yang berwarna hijau terperosok masuk dalam lubang jalan yang rusak dan gerobak pun roboh. Tidak mampu mempertahankan keseimbangan. Saya dan beberapa orang reflek turun dari kendaraan yang sedang kami naikki untuk menolong bapak penjual bakso tersebut. Hati saya merasa miris. Sangat kasihan. Untunglah barang daganganya tidak apa-apa. Saya tidak bisa membayangkan jika sampai rusak. Mau makan apa istri dan anaknya di rumah. Tapi dari kejadian itu pun, banyak orang yang lewat enggan perduli dan sibuk dengan urusan masing-masing. Terus meluncur tanpa perduli. Jalan-jalan berlubang memang sangad berbahaya. Selain kejadian abang tukang bakso, siang tadi saat saya dan teman saya akan ke percetakan untuk mengambil pesanan nama saya yang selalu hilang tiba-tiba persis di depan kami ada tragedi kecelakaan karena lubang di jalan. Dari kaca mata saya, tampaknya orang berkendara win tersebut berniat menyalip mobil di depannya. Namun naas, tanpa disadarinya di depannya ada lubang yang cukup dalam. Karena pengendara berkecepatan tinggi maka keseimbangan pun tidak mampu dipertahankan. Beberapa onderdil motor bahkan tampak patah. Kapan ya jalan-jalan tidak lagi mengerikan seperti itu?
Sedari keciL, aku sangad suka menengok saudara yg sedang sakit. Tergolek lemah tanpa daya di Rumah sakit...Aku selalu beranggapan Rumah sakit adl tempat yang nyaman, bersih dan menyehatkan... Tapi kuliah 2 tahun lamanya di keperawatan cukuplah kiranya membuatku dengan lantang berkata..AKU BENCI INSTANSI KESEHATAN!!!Instasi yang tak menyembuhkan, tapi membunuh secara peRlahan...Instasi yang tak memberi pengobatan, tapi melakukan pemerasan dan pelanggaRan HAM....Instansi yg tak berkeadiLan dan tak punya rasa kemanusiaan...Kasihan wajah nan sendu yang tertipu pengobatan jahanam!Kasihan kepecayaan yang dibalas penipuan!Akankah ketidakadiLan ini terus berjaLan?Akankah pembunuhan ini terus dlestarikan?
Aku sungguh nggak ngerti kenapa bisa ya film Indonesia begitu berlebihan. Dalam film selalu ada peran antogonis yang jahat berlebihan dan ada protagonis yang selalu menderita. Tapi dalam kamus kehidupan ini tidak ada yang seperti itu. Tidak ada orang yang sebaik protagonis di film-film. Setiap manusia di anugerahi nafsu dan hati. Tidak ada makhluknya yang tidak punya rasa marah. Rasa benci. Dan rasa dendam. Tidak ada makhuknya yang tidak punya rasa welas asih, rasa cinta, rasa sayang. Kecuali mereka yang punya gangguan jiwa. Ya itulah manusia. Selalu tedidiri dari dua bagian dalam hidupnya. Bagian gelap dan sucinya.
Aku menjalani hidup ini, terus-terusan berubah peran. Ada kalanya aku jadi pemeran utama, dan ada kalanya aku menjadi antagonis yang bagi seseorang yang begitu jahat. Tapi ya itulah kehidupan. Setiap orang menjadi pemeran utama dalam kehidupannya masing-masing. Tidak ada yang bisa menjadi pemeran utama dalam kehidupan semua orang, sekalipun dia adalah penguasa dunia. Karena dalam penciptaanya pun, Dia telah menggariskan manusia sebagai khalifah. Pemimpin. Pemimpin bagi dirinya sendiri.
Tetapi baru kali ini aku merasa ada orang yang memposisikan dirinya dalam peran antagonis selamanya. Kadang ada rasa benci yang begitu menggunung. Mengingat kelalimannya. Mengingat kejahatannya. Dan mengingat keculasannya, kelicikannya dan kepicikannya . aku sampai benar-benar tidak mengerti, apakah dia tidak punya hati? Tapi tamaaknya dia juga pernah menangis. Ah benar-benar orang jahat tiada tara. Tetapi ada kalannya rasa kasian muncul padanya. Takut jiwanya terganggu. Takut kopingnya menurun menjadi Perilaku Kekerasan (salah satu jenis masalah dalam ilmu kejiwaan di mana seseorang menjadi mudah marah-marah, suka mengamuk, sinis kepada seseorang dan sering berbicara kasar juga mudah curiga pada semua orang). Sungguh simpatiku pun datang. Tapi bagaimana cara membantunya keluar dari hal itu? Dia juga tidak sadar, atau mungkin menikmati kejahatannya? Benar-benar orang yang luar biasa antagonis. Kasian.
Dalam setiap detik kebersamaan, kenapa selalu ada kelaliman yang dia umbarkan. Ada kepicikan yang selalu dia torehkan di hati sesama. Akupun mulai ennga mendekat. Takut menjadi korban seanjutnya. T akut emosiku tersulut. Dan aku pun akan melakukan hal yang sama. Terus bisa-bisa aku jadi sejahat dia. Tidak mau.
Lebaran idhul adha kali ini akan terasa berbeda bagi mahasiswa D3 Keperawatan tingkat akhir. Ketika hari lebaran yang biasanya kumpul dengan keluarga besar, kini harus kumpul dengan para pasien dan perawat yang baru dikenal beberapa hari. Hari Idul Adha kali ini bertepatan dengan jadwal paraktik mereka di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soeroyo Magelang. Bahkan di hari dimana semua umat muslim berkurban hewan ternak, mereka mengorbankan waktu untuk tetap memberikan asuhan keperawatan kepada pasien mereka alias tidak libur. Begitu selesai menjalankan Sholat Ied di depan gerbang rumah sakit, mahasiswa segera kembali ke tugas di ruangan masing-masing. Nampaknya dalam idhul Adha kali ini, harus lebih disadari lagi tentang jiwa bangsa Indonesia. Jiwa yang kini di uji dengan begitu banyak problematika kehidupan. Mengamuknya Mentawai hingga tumbangnya Merapi merupakan beberapa contoh hal yang perlu direnungi keberadaanya. Apa yang salah dengan jiwa kita? Apa yang masih terlewatkan dalam hidup kita? Apakah ini azab? Peringatan? Musibah? Atau sebuah anugerah.
Saat kini di rumah sakit jiwa, satu demi satu korban keganasan Merapi silih berganti berdatangan. Muntahan lava merapi telah membawa terbang jiwa mereka. Kini saat mereka kosong, hampa tanpa jiwa. Mereka membutuhkan bantuan kita. Goncangan dasyat merapi telah menggoyahkan jiwa mereka. Apa yang ada di rumah sakit mungkin hanya sebagian kecil dari buntut bencana, bahkan sangat sangat sangat kecil.
Kadang ada rasa ingin mengulurkan tangan. Tapi. Yah... baru ini yang bisa ku lakukan. Sepanjang jalan yang kulalui saat ke jogja membuatku miris. Dua orang lansia dengan pandangan kosong menatap jalan raya. Tatapan kosong seolah menusuk tepat ke pusat jantung hatiku. Mengirim signyalnya ke saraf-saraf di otakku. Merangsang kelenjar lakrimasi beraksi. Dan tumpahlah hujan kecil ini. Rasa sakit segera menjalar ke seluruh tubuhku. Aku bergetar hebat. Ya allah kuatkan mereka. Beri kami, bangsa Indonesia untuk melewati segala cobaanmu. Beri kami petunjuk agar tetap dijalanmu. Agar tak tersesat dalam jalan gelap penuh liku, yang mengirim kami ke jurang kenistaan.
Dalam menyikapi problem ini, mungkin akan ku anggap menjadi anugerah. Anugrah terindah yang diberikan. Anugerah yang akan dijadikan sebagai petunjuk bagi manusia. Agar sadar akan segala kealpaan selama ini. Agar sadar betapa kuasa Allah tiada tandingannya. Anugerah yang akan selalu menjadi peringatan agar lebih baik dalam menjalani kehidupanya. Menjadi manusia yang pantas menjadi khalifah di dunia. (21 november 2010)